Malam Ini Aku Rindu
-Malam
basah Jatinangor-
Banyak
sekali yang aku pikirkan. Tapi itu tadi. Ketika aku harus menjalankan tugas
liputan dan mengikuti beberapa rapat kepanitiaan. Setelah semua itu terlalui,
pikiran ini kembali lagi sepi. Kembali lagi memikirkan perasaan. Entahlah. Aku
sudah berusaha untuk tenggelam dalam berbagai kesibukan. Tiga kepanitaan dan
beberapa organisasi aku ikuti. Bukan. Bukan semata-mata aku ingin menjadi
mahasiswa produktif. Itu hanya alasan kesekian. Yang paling utama masih perasaanku. Perasaanku tentangmu adalah alasanku ingin tenggelam dalam kegiatan-kegiatan kampusku. Susah sekali
bagiku untuk menerka-nerka hubungan yang sedang kita jalani dan aku lelah
berputar-putar dalam tebakan tak berujung ini. Oh iya aku lupa. Kita hanya
teman kan. Ah aku memang mengatakanya, tapi aku juga menolaknya.
Pikiranku
sering sekali berdialog memastikan bagaimana keadaan hati. Tidak hanya
berdialog, berdebat kusir juga kukira.
Terkadang
aku berasumsi keadaan seperti ini adalah keadaan yang terbaik untuk kita. Tidak
ada kabar. Tidak ada sapaan. Perasaan itu lebih baik aku simpan rapat-rapat.
Tapi aku tetap wanita. Aku tetap perempuan normal yang kadang juga bisa
merasakan...rindu.
Terkadang
aku berasumsi harus menjadi wanita kuat. Wanita yang tidak akan pernah kalah
dengan perasaan-perasaan itu. Tapi aku melupakan satu hal. Sebagai manapun
kuatnya, kata wanita masih menggandeng asumsiku itu.
Malam
ini aku rindu.
Kamu
tau beberapa menit yang lalu aku tidak berhenti tersenyum ketika tidak sengaja
aku melihat ada notif darimu di salah satu akun media sosial ku. Seolah alam
mendukung rasa rinduku. Dan aku membenarkanya.
Malam
ini aku rindu.
Kamu
tau lagi-lagi aku tersenyum ketika melihat foto kita yang sengaja kutempel di
dinding kamarku. Jangan salah sangka. Tidak hanya kamu. Itu foto bersama ketika
dulu kita berada di suatu acara yang sama.
Malam
ini aku rindu.
Kamu
tau sebenarnya aku tidak suka berlarut dalam keadaan seperti ini. Tapi aku
mengalah untuk malam ini. Aku memberikan celah kepada rindu untuk memenuhi
pikiran ku hanya untuk malam ini. Aku mengalah karena aku memang rindu.
Malam
ini aku rindu.
Kamu
tau ketika aku rindu aku hanya membiarkan ia mampir sebentar dan kemudian
yasudahlah aku persilahkan yang lain untuk menggantikanya. Ambisi misalnya.
Tapi tenanglah, aku masih normal. Aku masih memberikan kesempatan kepada diriku
untuk merindumu.
Ada
hal yang selalu mengusikku. Saat ini aku memang sedang menaruh hati padamu.
Tapi kekhawatiran tentang masa depan membuatku lelah. Aku tidak tau bagaimana
nanti. Apakah kita akan dipersatukan atau kita hanya akan menjadi sejarah.
Terkadang aku berpikir kamu terlalu baik bagiku. Namun sisi lain pikiranku
berharap dengan segala hal baik yang ada padamu bisa menjadikanku sebaik
dirimu. Kamu dan segala mimpimu. Entahlah, kadang aku juga berharap itu bisa bersatu
dengan mimpi-mimpiku.
Ketika
aku bermimpi, aku meyakininya. Tapi sebagai manusia aku juga menyadari bahwa
mimpi-mimpi yang sudah aku jajar termasuk menyatukan mimpi kita memiliki
peluang 50% ya dan 50% tidak. Dan seperti kebiasaanku, aku akan selalu
menyiapkan dua hati untuk dua kemungkinan. Itulah alasan mengapa aku tidak
ingin membiarkan rindu ini menetap terlalu lama.
Kuterharu biru kuning hijau
BalasHapus