Senin, 31 Desember 2018

Sedikit Saja


Thank You, Next!

Bismillah
Assalamualaikum lagi,
Kali ini tentang resolusi 2019.
Setelah evaluasi setahun kebelakang, yang perlu dilakukan adalah ikhlas, bersyukur, bersyukur, dan bersyukur.

Alhamdulillah terimakasih Allah, terimakasih 2018.

Dengan segala kesempatan pengalaman yang diberikan selama setahun kebelakang, aku berharap tahun 2019 akan menjadi tahun yang berkali-kali lipat lebih baik. Segala kekecewaan bisa terikhlaskan secara utuh. Masalah perasaan akan dikembalikan kepada yang Maha membolak-balikkan. Urusan hati sudah saatnya untuk dipasrahkan.

Tahun 2019, akan menjadi tahun yang sibuk untukku untuk mengusahakan segala mimpi dan harapan. Akan menjadi tahun yang sibuk untukku untuk lebih fokus terhadap perbaikan. Perbaikan diri sendiri, agar menjadi manusia yang lebih berarti.

Tahun 2019, akan menjadi tahun yang sibuk untukku untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang membutuhkan.

Tahun 2019, akan menjadi tahun yang penuh dengan mimpi, ambisi, dan resolusi yang semoga menjadi kenyataan.

Tahun 2019, tentu akan banyak rintangan tapi semoga senja ku ini menjadi wanita yang kuat dan tahan atas segala cobaan. Selalu libatkan Allah dalam setiap keputusan.

Semoga Senja ku ini banyak mengambil hikmah dari setiap pelajaran.
Jangan lagi ada kisah yang tidak mengenakkan. Jika ada, ikhlaskan..


Untuk tahun 2019, semoga keberkahan terlimpah di sepanjang lika-liku kehidupan.

Selamat datang 2019,
Selamat datang senja ku yang baru yang penuh dengan impian dan harapan.
Bismillah!

Tidak sedikit


Kilas Balik 2018

Assalamualaikum,
Halo,
Hai,
Lama sekali aku tidak menulis disini. Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2018. Dan tau apa? Seperti biasa, aku masih berkutat dengan skripsi ku.
Oke. Lupakan sejenak tentang skripsi, karena aku sangat sangaat sangaaat bersemangat menyambut tahun 2019. Bismillah semoga 2019 menjadi tahun ku.
Tentang 2018, aku merasa kurang maksimal, so kemarin malam, sudah aku buat panjang sekali surat evaluasi untuk diri sendiri. Kurang lebih ada 4 halaman (penuh) hvs yang ku tulis langsung menggunakan tangan. Well, banyak evaluasi. Sangat banyaak. Tapi banyak juga pelajaran yang bisa diambil.

Karena aku sudah buat lembar evaluasi yang khusus dan ditujukan untuk diri sendiri, I mean it’s private dude of course. So, sekarang aku mau nulis yang tidak private2 banget. Yes, even tho I know no one will read this blog. Tapi gapapa, biar nda hilang, dan suatu saat nanti aku bisa baca lagi coz I made this blog for my self, specially. Super!

Di tahun 2018, untuk pertama kalinya aku magang. Yeay! Magang di Jakarta dan di media. You know what? Magang di Jakarta dan di media adalah satu-satunya wishlist yang aku tulis di penghujung 2017 dulu. Dan Alhamdulillah terwujud persis plek seperti apa yang aku tulis. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Di penghujung 2017 kemarin, aku merasa ingin mencoba hal baru, tidak membuat target dan sepertinya seru jika mengikuti arus kehidupan untuk tahun 2018. Tapi ternyata setelah dievaluasi kembali, hidup tanpa target tidak begitu mengasyikkan. Heuheu. Oke, so I’ve prepared a bunch of my life goals for the next 2019! I’m so excited!!

Balik lagi, magang adalah pengalaman baru yang sangat seru buatku. Tinggal di ibukota. Bertemu orang-orang baru. Merasakan bagaimana serunya dunia kerja, terutama di media tv. Tidak menyesal menghabiskan 1,5 bulan di Jakarta. Bahkan kadang aku rindu dengan suasana Jakarta yang penuh ambisi dan mimpi-mimpi.

That was super awesome life experience! Thank You Jakarta. Mungkin tahun depan aku akan kembali.

Di tahun 2018, untuk pertama kalinya aku...aku cried alone in public. Hehehe karena sesuatu yang sesuatu yang yang hmmm sebenarnya tidak seharusnya ditangisi. But it was okay, I felt something new. Come on, cried alone in public should be one of my highlights in 2018.

Untuk pertama kalinya juga, aku masuk TV hey! Oh my God tiga kali loh masuk TV Nasional. Ya meskipun ga penting-penting banget, but it was my very first time. Tau jadi apa? No laughing please. Tapi hihihi aku jadi orang-yang-pura-pura-naik-becak waktu liputan tentang pelarangan becak di Jakarta. Nice, sebagai anak magang ku tidak bisa menolak. Terus yang kedua, aku masuk TV sebagai orang-yang-diwawancara waktu kejadian gempa di Jakarta. Sama TV apa? Ya TV tempat aku magang wkwk.

Untuk pertama kalinya juga, aku melakukan alone trip ke sebuah tempat baru yang sebelumnya aku ga pernah kesana. Yaps, karawang. Nyasar? Alhamdulillah engga. Tidak ada barang hilang atau ketinggalan juga. I did a great job! Hehe. Meskipun ga jauh-jauh banget tapi ini berkesan. Dan akhirnya, aku jadi berani ke mana-mana sendiri. Ke jogja sendiri naik bis, ke bogor sendiri. It’s  not a big deal for me. Thank you 2018, sudah mengajarkan anak bungsu ini menjadi lebih mandiri.

Di tahun 2018, aku diberi kesempatan untuk ikut Sosling Ngariung mewakili divisi pengmas BEM Fikom. Sosling Ngariung adalah acara kumpul bersama organisasi atau komunitas yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan se-Jatinangor. So happy that time! Menghabiskan kurang lebih tiga hari menginap bersama, doing so much fun dan hal-hal bermanfaat lainnya. Senang sekali, senangnya dari hati bisa kumpul dan sharing banyak hal dengan orang-orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Dan tentu aku belajar banyak hal dari mereka. Tentang pengabdian, kepedulian, tanggung jawab, dan ketulusan.

Nih, kalo diulas balik satu-satu akan sangaaat panjang karena sangat banyak hal yang berkesan di tahun 2018. Jadi setelah ini, akan aku deskripsikan dalam beberapa kalimat singkat aja.

Maret 2018 :
Aku kecelakaan motor di Unpad malem-malem setelah acara raker BEM FIkom. Sakit huhuu dan sempet agak sedikit trauma setelahnya
Aku jadi pager ayu di acara nikahan dosen! Wow, terimakasih Bu Niar sudah mempercayakan aku untuk berpartisipasi di hari bahagianya. Sempet kaget pas tiba-tiba ditelfon dan kemudian ditawarin jadi pager ayu. Hehe tentu sangat senang, karena banyak makanan enak, Terutama ada sate padang yang enaknya gatau lagi huhuu.

April 2018 :
Of course me turned into 21 yo. Banyak doa dari yang tersayangs (pake s karena banyak yang tersayang nya).
Acara I-nspire yang kacau sukses paraah, meskipun panitianya minimalis tapi aku senaaang dan semuanya juga senang. Saking senangnya sampe suara habis karena terlalu semangat menjadi MC di depan 500 anak SD dan kakak-kakak volunteers lainnya.

Mei 2018 :
Ramadhaan!! Semoga menjadi ramadhan terakhir ku di Jatinangor dan berstatus sebagai mahasiswa. Aamin
Noya lahir kedunia! MasyaAllah sahabat ku officially menjadi ibu. Dan aku semakin menjadi tante-tante.
I was doing sidang sempro dude!! Tapi harus diubah kembali karena beberapa hal di semester selanjutnya.

Juni 2018 :
Dapat  tawaran jadi MC di acara Sadari Sedari. Senang sekali bisa berbagi di acara ini bersama panitia, undangan, dan adik-adik dari panti asuhan. Alhamdulillah sangaat senang. Aku senang ketika orang lain merasa puas dengan apa yang aku lakuin. And that time, semuanya senang dengan cara ku membawakan acaranya. Panitianya juga puas. Alhamdulillah.
Dan dibulan ini, aku dapat amanah baru untuk menjadi ketua JEC 2018 -2019.
Ikut lomba tingkat ASEAN bersama seorang teman, but we failed in july
Liburan, lebaran, kumpul bersama keluarga.

Juli 2018 :
Doing KKN! So much fun! Beberapa hari menginap di suatu desa dengan teman-teman baru menjadikan kami sangat akrab. Meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda tapi rasanya sudah seperti keluarga.
Liburan bareng nindy, dan temen-temen JEC di banduung. Senang sekali karena nindy bisa bertemu dengan teman-teman ku disini. Bahkan langsung akrab kaya tetangga wkwk

Agustus 2018 :
Welcome new semester!
Nifa wisuda! Dan untuk pertama kalinya aku ke jogja sendiri naik bis.

September 2018 :
Untuk kedua kalinya selama kuliah di Unpad, diundang untuk menjadi narasumber di radio unpad (radio resmi milik unpad) dalam program Inspira. Semoga cuap-cuapnya menginspirasi para pendengar.
Acara walimah my bestfriend Munaya dan suaminya mas Gari. So excited! Dan untuk pertama kalinya ke bogor sendiri naik bis. No more doubt, im an expert wqwq. Oh iya, ada sedikit peristiwa memalukan di acara pernikahan munaya. Sedikit disinggung, agar tidak terlupakan. That time, I met someone and just acted super awkward.

Oktober 2018 :
Piknik lucu bersama teman-teman pengmas di  Batu Kuda. So fun!
Untuk pertama kalinya menggendong musang, oh my God so kyut but bauu hehe
Bertemu teman-teman baru, menjadi teman dari teman temannya temanku di hari wisuda temannya temanku, Hayolo wkwk
Secara mendadak diajak ikut lomba oleh seorang teman, mengerahkan segelanya secara maksimal. But again, we failed it!
Mendampingi adik-adik JEC untuk menghadiri undangan acara dari Kawan Bhinneka
I got a piece appreciation from prodi! Mahasiswa Berprestasi katanya. Alhamdulillah.
I attended Adhitia Sofyan’s concert to heal my very first heart broken. It was suck! Tapi tidak apa-apa akhirnya setelah 21 tahun hidup, jadi tau gimana rasanya patah hati. Hehe ga enak. Dengan adanya ini aku jadi mau ga mau dituntut untuk belajar menghadapinya dengan positif, tenang, dan secara dewasa. Oh come on, I'm 21!

November 2018 :
Membuat suatu keputusan besar dalam hidup; Dengan segala pertimbangan harus mengganti planning dan mengubah topik penelitian skripsi.
Still on my healing process. It was really bad, but I got a lot of lessons about self love and being a great-strong-independent-girl.
A though month, Thank you November!

Desember 2018 :
Pulang kerumah. Yeay! Mendahului liburan sebelum yang lain.
Made moments with my father privately. Just two of us, it reminded me about how perfect my good old days.
Menjadi penerima tamu di pernikahan saudara salah satu teman. Wow, aku pake baju rancangan ZIza! Senang sekali.

And here I am…in the edge of december,
Writing the first  content for my blog in the last day of  this year. What a great year!










Minggu, 04 November 2018

Sedikit Saja

Halo,

Aku sedang pusing dengan skripsi ku. Tapi tidak apa, karena aku tidak pusing sendiri.
Kali ini aku sedang suka mendengarkan lagu menua berdua. Entah untuk siapa, aku sedang suka saja. Liriknya lucu.

Selamat malam.
Tiga menit lagi sudah semakin malam, aku harus tidur karena besok pagi ada janji.

Jumat, 17 Maret 2017

Senja beropini


Tidak Usah Terburu-Buru, Giliranku Masih Nanti.


“Udah kamu nikah aja”
“Aduh semester empat makin berat nih, jadi pengen langsung nikah”
“Dih tugas makin menjadi-jadi. Tutup buku lah, yuk buka terop.”

Pernyataan-pernyataan yang sudah tidak asing lagi kan? Ini masih semester empat loh. Baru sekitar delapan bulan melepas predikat sebagai ‘mahasiswa baru’

Bukan, aku tidak ingin terburu-buru. Banyak sekali yang harus aku lakukan. Terutama perbaikan kualitas diriku. Aku belum sehebat teman-temanku yang sudah berani mengambil langkah itu.

Tahap ini pasti akan terlalui. Tapi entahlah, yang membedakan hanya waktu dan keberanian.

Setahun yang lalu, Rasa kagum muncul ketika tau bahwa salah satu temanku memutuskan untuk mempercepat proses ini. Yura. Namanya Yura. Aku salut dengan langkah besar yang Ia pilih. Menikah bukanlah perkara sederhana, menikah itu suatu hal yang kompleks menurutku. Memulai suatu kehidupan baru dengan seseorang yang baru yang nantinya akan berkontribusi untuk masa depan generasi baru. Hmm panjang bukan. Aku salut dengan keberanianya untuk segera menyempurnakan agama.

Ini bukan iri. Sama sekali tidak, bahkan belum ada rasa ingin untuk segera menyegerakan. Karena aku tau, aku belum se siap Yura. Tidak hanya secara mental, fisik, dan material, ilmu pun aku belum ada. 

Karena menikah bukan hanya sekedar pacaran halal. Tapi hei, dibalik itu ada amanah yang begitu besar. Aku berbicara tentang generasi. Mau dikemanakan generasi-generasi selanjutnya tanpa induk yang berkualitas. Kuantitas tanpa kualitas sama saja dengan nol besar. Hanya akan menambah PR bagi pemerintah untuk menanggulangi permasalahan bonus demografi di Indonesia.

Jika menikah dijadikan pelarian dari tugas-tugas kuliah, maka kita justru akan berlari ke arah ‘tugas’ yang bobotnya berkali-kali lipat lebih berat. Di perkuliahan, melakukan kesalahan bagi mahasiswa adalah kesempatan untuk perbaikan. Orang-orang akan memaklumi karena kita masih tahap belajar. Trial and error menjadi hal yang biasa. Kegagalan dalam mengerjakan tugas dan melakukan penelitian masih dapat diulang.

Namun, bagaimana jika salah dalam mendidik anak di masa depan? Bisakah diulang kembali? Entahlah, yang jelas aku tidak ingin asal dalam mendidik anak-anakku nanti. Mereka berhak terlahir dari rahim ibu yang cerdas. Mendapat pendidikan kasih sayang melalui madrasatul ula nya. Ah, bagaimana jika madrasatul ula untuk anak-anakku nanti bertarafkan internasional? Eh tidak, harus lebih dari itu ku pikir. Bertaraf dunia akhirat. Yap, dan untuk meraih standarisasi dunia akhirat sepertinya harus banyak yang dipersiapkan.

Hasil gambar untuk ibu cerdas quote


Jika sudah siap mengambil tugas sebesar itu, seharusnya tugas kecil seperti membuat esai dan artikel bukan lagi perkara sulit dan tidak butuh dikeluhkan. Gatal sekali rasanya, ketika mendengar teman mengeluh ingin menikah cepat saja karena tugas kuliah yang tidak ada habisnya. Seakan menikah itu semudah membeli gorengan di pinggir jalan. Hmm your children need a smart and though mom, girls.

Tapi di lain sisi, aku juga mengapresiasi teman-temanku yang mengambil langkah ini dengan serius. Memilih untuk menikah muda dan menyegerakan sunnah. Mendahuluiku dan teman-teman lain untuk mengambil tugasnya sebagai seorang istri dan ibu. Ah, kalian pasti sudah mempersiapkan begitu banyak bekal untuk menjadi istri dan ibu yang hebat.  

Kapan giliranku?

Nanti. Bekalku masih sedikiti. Sangat sedikit. Aku tidak ingin menggadaikan masa depan suami dan anak-anakku nanti. Sehingga aku butuh waktu untuk mempersiapkanya. Dan juga pengabdianku kepada ayah ibuk dirasa masih jauuuuuh dari kata baik. Aku ingin mengabdi dulu kepada keduanya, kemudian kepada keluargaku, kepada masyarakat, dan oh iya kepada mimpi-mimpiku.



Prosesi akad Yura

Selasa, 14 Maret 2017

Senja is sharing


Kenapa S1 Ilmu Komunikasi Unpad?


Saya adalah mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Saya bersyukur sekali bisa masuk dan lolos menjadi bagian dari program studi ini. Program studi Ilmu Komunikasi adalah sebuah cita-cita masa SMA yang Alhamdulillah bisa saya capai ketika kuliah melalui perjuangan luar biasa dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN). Pada awalnya, saya sama sekali tidak menyangka bisa lolos dalam seleksi bergengsi ini. Hal itu dikarenakan latar belakang SMA saya yang berada di Jawa Timur dan tergolong masih baru. Banyak isu yang mengatakan bahwa akan lebih susah bagi anak-anak yang berdomisili non-Jawa Barat mendapat kursi untuk berkuliah di Universitas Padjadjaran. Namun, isu-isu itu tidak mematahkan semangat saya untuk berjuang mendapatkan kursi di salah satu kampus terbaik di negri ini, yaitu Universitas Padjajadran.

Keinginan untuk berkuliah di Unpad sudah ada sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Ketika itu saya terinspirasi dari kisah-kisah hebat salah satu alumni Unpad, yaitu Ahmad Fuadi. Melalui Triloginya, Ia mengemas kisah perjuanganya dalam memperjuangkan pendidikan dengan sangat baik. Semangat yang Ahmad Fuadi tuangkan dalam buku-bukunya telah menular dan membangkitkan semangat saya untuk memberikan perjuangan yang maksimal dalam pendidikan setinggi-tingginya. Suatu saat nanti, saya juga ingin bisa menyalurkan semangat ini kepada generasi-generasi selanjutnya. Maka semenjak itu, saya selalu memupuk mimpi saya untuk bisa berkuliah di Universitas Padjadjaran. Dan kelak, bisa menjadi seorang yang mampu menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang demi mimpi-mimpinya.

Ketika masih duduk di bangku SMP, bidang Ilmu Komunikasi masih belum menjadi prioritas bagi saya. Hingga saat SMA mimpi saya semakin berkembang. Saya benar-benar sudah mantap ingin meneruskan pendidikan saya di bidang Ilmu Komunikasi. Saya selalu berpikir bahwa manusia dengan berbagai keragamanya diciptakan tentu memilki tujuan dan manfaatnya. Maka saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat di bidang saya, yaitu Ilmu Komunikasi. Dimana saya bisa mengembangkan bakat saya yang memang dalam bidang komunikasi. Setiap orang tentu memiliki spesifikasinya masing-masing, dimana Ia bisa berkarya dan mengekspresikan apa yang diinginkanya. Namun, kemauan untuk mengembangkan keinginan tersebut agar berdampak baik bagi lingkungan adalah suatu pilihan. Maka, saya dengan passion dalam bidang komunikasi ingin sekali bisa terus mengembangkan dan belajar ‘bagaimana saya bisa menjadi bermanfaat bagi lingkungan terutama agama, bangsa, dan negara dalam bidang ini’.

Bagi saya ilmu komunikasi adalah suatu ilmu yang sangat mendasar, krusial, dan memiliki dampak yang besar terhadap ilmu-ilmu lainya. Banyak masyarakat awam yang mungkin menganggap bahwa ilmu komunikasi bukan suatu ilmu yang penting, padahal jika melihat pada realitinya banyak masalah yang timbul di berbagai macam aspek mulai dari politik hingga kesehatan berawal dari komunikasi yang buruk. Cakupanya pun beragam dari tingkat interpersonal, keluarga, negara, bahkan skala internasional juga ada. Maka Komunikasi merupakan suatu ilmu yang penting untuk dikaji demi terseleseikanya berbagai permasalahan sosial yang ada. Apalagi pada era globalisasi seperti saat ini, berbagai media informasi bermunculan mengkomunikasikan pesan-pesan yang beraneka ragam. Masyarakat yang menjadi begitu ketergantungan dengan penggunaan media akan mudah sekali terpengaruh dengan hal-hal yang ada di media. Imperialisme budaya akan cepat menyebar dan mengikis nilai-nilai budaya yang lemah. Hal ini adalah salah satu ranah yang akan menjadi medan juang para lulusan-lulusan Ilmu Komunikasi.

Dengan melihat berbagai permasalahan dari sudut pandang komunikasi, maka saya ingin menjadi salah satu yang bisa menyeleseikan masalah tersebut dengan ilmu-ilmunya. Mimpi saya selanjutnya adalah ingin berjuang dalam industri media dan bidang penelitian permasalahan-permasalahan komunikasi. Menurut saya, media memiliki kekuatan yang besar untuk memengaruhi masyarakat. Hal ini tentu bisa menjadi suatu kesempatan untuk mengkonstruksi pemikiran masyarakat agar menjadi lebih baik dan mampu mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju lainya. Maka dari itu untuk bisa menjadi ahlinya, tentu saya membutuhkan ilmu-ilmu tentang komunikasi di tempat terbaik yang salah satunya adalah program studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Dan saya sangat bersyukur saat ini telah diberi kesempatan bisa berkuliah di tempat ini.


Rabu, 08 Februari 2017

Senja Cerita

Kali ini aku ingin bercerita tentang dua sahabatku.

Kami bertemu saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Ketika itu aku memilih sekolah dengan fasilitas asrama di dalamnya. Tentu banyak sekali teman baru yang aku kenal. Tapi entahlah, sepertinya saat itu aku menemukan nyamanku berada di dua orang ini. Yasmina dan nindy. Sebenarnya aku lupa bagaimana detail kami bisa bersama. Terlalu banyak cerita berharga diantara kami. Apalagi dengan aku yang seperti ini, kadang suka melupakan hal-hal yang seharusnya tidak dilupakan. Hehe. Mungkin mereka bisa menjelaskan.

Dulu kami masih cupu, tertawa-tawa salah tingkah saat kali pertama bertemu di salah satu tempat perbelanjaan di Surabaya. Ketika itu, kami memang sudah membuat janji untuk bermain bersama saat liburan tiba. Kebetulan kami bertiga berasal dari kota yang sama. Di asrama pun juga begitu. Teman-teman sudah tau dan bahkan ada yang menamai kami dengan sebutan “amazing friend”. Lucu memang.

Perjalanan kami dimulai dari tahun 2009 hingga saat ini dan nanti-nanti. Kami terus berbagi cerita meski kini terpisah secara jasmani. Aku rasa mereka berdualah yang paling mengerti bagaimana aku setelah keluargaku. Dan kau tau? baru saja aku menghitung, kemudian menyadari bahwa tahun ini adalah tahun kedelapan kami bersama. Ah, ternyata kami sudah tidak semuda itu lagi.

Kami tidak sama antara satu dan yang lain. Yasmina dengan sifat cerianya selalu membuat kami tertawa. Nindy yang bijaksana dengan nasihat-nasihatnya selalu berhasil membuat kami berpikir dewasa. Dan aku yang begitu-begitu saja, tapi mereka masih mau menjadikanku sebagai tempat nyamanya. Bersyukur sekali menjadi aku memiliki mereka berdua sebagai rumah.

Kami juga sering berbagi tentang mimpi. Aku masih ingat sekali, dulu masing-masing dari kami memiliki negara impian untuk dijelajahi. Aku dengan negara sakuraku, Yasmina dengan negara mapplenya, dan nindy dengan negara piramidnya. Oh iya, dan dengan masing-masing cita-cita mulia kami. Dulu aku masih ingin sekali menjadi dokter ketika yasmina me-mimpikan menjadi seorang duta besar. Dan nindy, dia masih ingin menjadi psikolog handal.

Manusia memang bisa berencana, tapi Allah tetap yang berkuasa. Seiring berjalanya waktu, aku sadar ternyata menjadi seorang dokter bukan keinginanku dari hati. Mungkin orang tuaku. Eh malah yasmina yang kemudian merubah cita-citanya ingin menjadi dokter. Dan kau tau? Kali itu aku yang ingin menjadi seorang duta besar. Dan nindy, dia masih ingin menjadi seorang psikolog handal. Yang ini mimpi masa sekolah menengah atas kami. Tidak berhenti disitu, mimpi kami terus berkembang. Semakin tinggi tingkat yang ku lalui, semakin sadar bahwa passion yang sebenarnya bukan di bidang politik. Bisa apa aku. Hahaha. Mungkin di bidang ‘berbicara’, agar kebawelanku ini ada faedahnya.

Ketika lulus sekolah menegah atas, kami terpisah di tiga perguruan tinggi yang berbeda. Yasmina di ibukota, nindy di kota besar di daerah timur, dan aku di kabupaten kecil saja, di dataran tinggi daerah barat. Tidak masalah kami terpisahkan, kami sudah berjanji untuk mengejar mimpi dulu kemudian kembali suatu saat nanti. Hmm, sebenarnya tidak se dramatisir itu. Ayolah, kami juga memliki media sosial seperti anak keren jaman sekarang.

Tidak hanya bercerita tentang mimpi, tentang ‘doi’ pun pasti. Tentang cinta monyetku jaman sekolah, mereka sudah hafal bahkan luar kepala. Begitupula denganku, hafal sekali kisah cinta monyet yasmina dan nindy. Dari dulu dan mungkin hingga saat ini, jika ada laki-laki yang ingin mendekati salah satu diantara kami, maka wajib sekali untuk mengambil hati dua orang lainya. Karena jika tidak begitu, kisah cinta bisa kandas di tengah-tengah.

Tentang yasmina,
Sahabatku yang satu ini pintarnya luar biasa. Apalagi di bidang matematika. Sepertinya menghitung sambil bermimpi pun bisa. Berkali-kali dia menjadi delegasi sekolah dalam olimpiade matematika. Berkali-kali juga dia meraih peringkat pertama ketika sekolah. Susah sekali mengalahkanya. Sekitar 3 tahun aku merasakan satu kelas bersamanya. Sering sekali kami bersama, tapi ada satu masa dimana kami tidak bersama. Dan itu karena aku. Baru akhir-akhir ini aku menyadarinya, saat kami bertiga bernostalgia bersama. Dulu aku tidak memilih untuk belajar bersama, tapi secara otomatis akan sedikit menjauh dari yasmina di saat musim ujian tiba. Menyendiri dan mencari tempat yang sepi untuk melahap habis materi kisi-kisi. Entahlah, aku juga tidak menyadari. Dan itu terbawa hingga ujian kelulusanku di bangku SMA.

Aku dan yasmina pernah bertengkar. Dulu kami hanya saling diam. Dan lagi-lagi karena aku. Ingin tertawa rasanya jika membaca surat yang diberikan yasmina kepadaku kala itu. Masih ku simpan sangat rapi hingga saat ini. Hanya tidak sanggup saja jika harus membacanya kembali. Hahahaa

Yasmina itu primadona, apalagi di sekolah pria di seberang sana. Yaiyalah, sahabatku yang satu ini tidak hanya pintar. Dia juga cantik dan ceria. Siapa yang tidak jatuh hati padanya? Ditambah lagi dengan kemampuan menghafalnya yang begitu cepat. Diantara kami bertiga, Yasminalah yang paling banyak menghafal kalamNya.

Oh iya, dia juga pernah menjadi model sekolah. Saat pengambilan gambar, kami murid-murid biasa hanya bisa melihatnya dari kaca luar ruangan. Dia sedang berdiri di depan kamera sambil menggerak-gerakan tangan. Menggeser jarinya dari sebuah tablet canggih kemudian mengangkat jarinya ke atas. Seperti mengeluarkan sesuatu dari tablet itu. Entahlah, kami yang melihat dari luar tidak tau pasti apa yang dia lakukan.

Sama sepertiku, Yasmina adalah anggota saman angkatan pertama. Lihai sekali dia dalam menari. Memutar-mutar tanganya bak penari saman professional. Aku yang tidak selihai dia, harus berlatih berkali-kali baru bisa menghafal gerakannya. Tidak hanya saman, kami berdua dan teman-teman yang lain juga sering berkolaborasi di beberapa tarian. Itu dulu. Kini aku sudah pensiun menari. Tapi yasmina tidak. Di cerita-cerita barunya sekarang, yasmina masih menari saman di perguruan tingginya di ibukota.
Dan kini, mimpinya kembali berkembang. Tidak ingin menjadi dokter lagi, karena Allah mengarahkanya di bidang IT. Oh, iya dan juga istri sholihah bagi suaminya nanti. Hehe

Tentang Nindy,
Sahabatku yang satu ini orangnya manis sekali, semanis nasihat-nasihat yang selalu dia berikan kepadaku dan Yasmina. Nindy orangnya paling dewasa diantara kami. Selalu menjadi ibu bagi aku dan Yasmina yang kadang masih kekanak-kanakan. Alhamdulillah, Sabar sekali dia dalam menghadapi kami.
Aku dan Nindy tidak pernah bertengkar. Mungkin karena sifatnya yang dewasa, sehingga lebih memilih untuk mengalah daripada bergabung dengan dua sahabatnya yang bisa ribut hanya karena masalah sushi.

Nindy selalu menjadi teman duduk di dua tahun terakhirku di masa sekolah. Saat itu aku berpisah dengan Yasmina dan menjadi bersama dengan Nindy di satu kelas yang sama. Kelas sosial. Tidak penuh dua tahun juga, karena Nindy sering sekali kutinggal pergi di tempat duduk itu. Aku suka bosan jika terus-terusan berada di tempat yang sama. Dan kadang, aku juga suka jail menarik kursinya ketika dia tidak sedang duduk di tempatnya, kemudian aku satukan dengan kursiku agar aku bisa tidur enak di jam istirahat. Jadilah, Nindy harus duduk di tempat lain hingga menunggu aku bangun dari tidurku. Maafkan aku ya nin. hehee

Nindy ini jago sekali dalam bidang sosial, apalagi sosiologi. Saat itu aku sudah angkat tangan dengan pelajaran ini. Aku lebih memilih ekonomi atau akuntansi sekalian, daripada harus mencari masalah dengan sosiologi. Bahkan nindy pernah menawarkan untuk menyeleseikan tugas proposal sosiologiku karena saking aku tidak sukanya dengan pelajaran ini. Sempat tergiur untuk meng-iyakan, tapi aku mengurungkan niatku itu.

Oh iya nindy itu mellow sekali anaknya. Seringkali aku dan yasmina diberi kata-kata puitis yang begitu manis olehnya. Mungkin Yasmina masih bisa membalas meskipun sedikit. Tapi aku? Ayolah, merangkai puisi saja aku tidak jago. Tidak hanya mellow, Nindy juga perasa. Peka sekali dia dengan rasa. Berbeda dengan aku dan Yasmina yang susah sekali peka. Karena kepekaan Nindy yang bagus ini, teman-teman jadi suka menjadikan nindy untuk tempat berkonsultasi.  Tidak hanya teman satu sekolah. Dari sekolah lain pun ada. Aku tidak habis pikir. Terkenal juga dia.

Dan kini, mimpinya kembali berkembang. Belum di bidang Psikologi, namun Allah menunjukkanya agar memulai dari bidang sosiologi. Katanya sih ingin menjadi Psikososiolog. Dan istri sholihah juga untuk suaminya nanti. Hehee


Sebenarnya masih banyak sekali kalimat yang bisa mendeskripsikan Nindy, Yasmina dan tentang kami. Banyaaak sekali. Tapi nanti kalian bosan membacanya.
Kini, ketika kami harus ‘bertugas’ di tempat yang berbeda, kami selalu mewajibkan hari dimana kita bertiga harus bersama. Biasanya kami memilih saat liburan pergantian semester. Kami namakan hari wajib itu dengan Staycation. Sudah dua kali kami melaksanakanya, karena sudah dua tahun kami berpisah. Staycation pertama kami lakukan dengan piknik ala-ala. Yang kedua kami putuskan untuk menginap bersama, sekaligus melaksanakan misi rahasia.

Ketika aku melihat Nindy dan Yasmina saat ini. Aku menyadari bahwa banyak hal telah kami lakukan bersama. Kami tumbuh dewasa bersama. Dan nanti satu per satu dari kami, akan menemukan kehidupan baru bersama teman hidupnya masing-masing. Nanti, mketika mereka berdua sudah menikah. Aku akan menceritakan kepada suami-suami sahabatku itu, bahwa mereka tidak salah memilih istri yang luar biasa.



 
Kami versi SMP (2012)


 lagi lomba Fashion, udah SMA (2012)


aku jadi penari di acara apa gitu lupa, yasmina mc nya (2013)


Habis fashion tapi cuma aku  (2013)


Alhamdulillah wisuda (2015)


Main di liburan pertama pas kuliah (2016)


Staycation 1 (2016)


Staycation 2 (2017)


Staycation 2 + misi rahasia (2017)







Sabtu, 14 Januari 2017

apalah apalah

Mahasiswa anti-politik


Banyak sejarah baru ditorehkan bagi negri
Sejarah memang terus berkembang dan tidak akan pernah mati
Tentu hal ini menjadi suatu ladang informasi
Tidak hanya dalam negri, para kuli tinta asing juga tidak mau ketinggalan aksi
Berbagai bentuk pengemasan di media mainstream dapat dipilih bergantung pada siapa yang menunggangi

Media seakan berkuasa dalam membentuk realita
Dampaknya tidak sederhana, interpretasi masyarakat menjadi beraneka rupa
Muncul pro dan kontra adalah niscaya
Sumbangsih peran media begitu besar dalam membingkai berbagai peristiwa

Berita politik apalagi,
Paling enak memang menikmati debat ditemani secangkir kopi
Melihat para pengejar kursi beradu argumen yang katanya untuk negri
Menang atau kalah tidak peduli
Yang penting sudah update sosmed agar terlihat mengapresiasi

Hidup di jaman sekarang itu susah
Jadi bingung mana yang bisa dipercaya
Saluran A berkata apa, saluran B menyalahkanya
Segala warta jadi abu-abu punya warna

Media netral sudah jarang ditemui
Semakin kesini malah jadi semakin anti
Jika sudah begini, menggarap revisi lebih dipilih
Yang penting skripsi bisa terkendali
Masalah negri bisa nanti

Bapak Ibu yang bijaksana
Tolonglah kami masyarakat buta
Kami juga peduli dengan nasib bangsa
Tidak ingin menyesal karena salah pilih akhirnya
Tapi kami takut terpedaya dengan media