Senja Yang Baru
Senja Yang Baru
Pergantian tahun selalu
menjadi suatu hal yang sakral hampir di semua tempat di dunia. Namun, tidak dengan aku
dan keluargaku. Setiap tahunya kami selalu mencari kesibukan agar tidak ikut
tenggelam dalam kebisingan selebrasi tahun baru. Tapi tetap aku merasakan euforianya. Resolusi 2016 sudah
berjejer rapi kutulis dalam notebook baru pemberian salah satu teman. Di setiap
poinnya kutambahkan gambar persegi sebagai checklist box. hmm semoga di akhir
tahun nanti sudah banyak yang terisi.
Aku memiliki harapan yang sama dengan mayoritas manusia di dunia. Aku berharap tahun 2016
adalah tahun yang penuh keberkahan, tahun yang membuatku menjadi semakin
dewasa, tahun dimana mimpi-mimpiku sudah semakin dekat dan terlihat, tahun yang
penuh cinta dan kedamaian, tahun yang penuh dengan nikmat dan pelajaran. Aku sangat bersyukur
untuk 365 hari kebelakang, banyak sekali nikmat yang aku rasakan.
Alhamdulillah atas Iman
dan Islam,
Alhamdulillah atas
kesehatan,
Alhamdulillah atas
pelajaran,
Alhamdulillah atas
kelulusan,
Alhamdulillah atas
kelolosan,
Alhamdulillah atas
kebahagiaan,
Alhamdulillah atas
cinta,
dan Alhamdulillah atas
segala yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.Kini aku mulai berpikir
untuk belajar menjadi lebih dewasa. Aku tersadar bahwa apa yang aku inginkan,
tidak semerta-merta ada begitu saja. Semua butuh yang namanya perjuangan.
Begitu banyak pesaing diluar sana dengan berbagai kekuatan yang mereka miliki kan.
Aku yang tanpa persiapan hanya akan menjadi remah-remah di hadapan mereka. Dulu
aku berpikir menjadi dewasa yasudah
tinggal jalani saja apa susahnya. hmmm ternyata harus ada strategi dan
kemauan keras. Apalagi pada tanggal 1 januari kemarin, MEA secara resmi telah
dibuka. Jadi semakin bertambah kan pesaingnya.
Statusku bukan lagi
seorang siswa, tapi mahasiswa. Penambahan embel-embel 'maha' di depan kata siswa menambah peran, juga tanggung jawab diriku dalam dunia yang masih setengah nyata. Belum. Belum saatnya terjun ke dunia nyata. Dunia kampus menjadi medan latihanku. Amunisi dan keahlian harus terus aku tambahkan. "Jika sekarang sudah siap, mengapa harus nanti?"Sebuah pertanyaan bagus. Tapi jika aku belum siap? hahaha bukanya aku mau menunda atau menolak mimpi yang lebih cepat menjadi nyata. Aku hanya tidak ingin gegabah dan terpeleset nantinya. Karena aku tahu siapa diriku. Mungkin orang lain bisa bepergian tanpa persiapan dan bekal. Namun aku tidak, perjalananku akan berantakan dan bisa jadi aku akan tersesat ditengah-tengahnya. Masih banyak yang harus aku pelajari. Doakan aku, semoga proses belajarku menjadi sebuah proses luar biasa yang nanti akan menghasilkan Senja yang indah, Senja yang mengagumkan dengan siluetnya.
| by : uudms |
Salam dari Senja yang sedang berproses.