Sabtu, 02 Januari 2016

Rasa Tahun Baru


Senja Yang Baru


Pergantian tahun selalu menjadi suatu hal yang sakral hampir di semua tempat di dunia. Namun, tidak dengan aku dan keluargaku. Setiap tahunya kami selalu mencari kesibukan agar tidak ikut tenggelam dalam kebisingan selebrasi tahun baru. Tapi tetap aku merasakan euforianya. Resolusi 2016 sudah berjejer rapi kutulis dalam notebook baru pemberian salah satu teman. Di setiap poinnya kutambahkan gambar persegi sebagai checklist box. hmm semoga di akhir tahun nanti sudah banyak yang terisi. 

Aku memiliki harapan yang sama dengan mayoritas manusia di dunia. Aku berharap tahun 2016 adalah tahun yang penuh keberkahan, tahun yang membuatku menjadi semakin dewasa, tahun dimana mimpi-mimpiku sudah semakin dekat dan terlihat, tahun yang penuh cinta dan kedamaian, tahun yang penuh dengan nikmat dan pelajaran. Aku sangat bersyukur untuk 365 hari kebelakang, banyak sekali nikmat yang aku rasakan.
Alhamdulillah atas Iman dan Islam,
Alhamdulillah atas kesehatan,
Alhamdulillah atas pelajaran,
Alhamdulillah atas kelulusan,
Alhamdulillah atas kelolosan,
Alhamdulillah atas kebahagiaan,
Alhamdulillah atas cinta, 
dan Alhamdulillah atas segala yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.Kini aku mulai berpikir untuk belajar menjadi lebih dewasa. Aku tersadar bahwa apa yang aku inginkan, tidak semerta-merta ada begitu saja. Semua butuh yang namanya perjuangan. Begitu banyak pesaing diluar sana dengan berbagai kekuatan yang mereka miliki kan. Aku yang tanpa persiapan hanya akan menjadi remah-remah di hadapan mereka. Dulu aku berpikir menjadi dewasa yasudah tinggal jalani saja apa susahnya. hmmm ternyata harus ada strategi dan kemauan keras. Apalagi pada tanggal 1 januari kemarin, MEA secara resmi telah dibuka. Jadi semakin bertambah kan pesaingnya. 

Statusku bukan lagi seorang siswa, tapi mahasiswa. Penambahan embel-embel 'maha' di depan kata siswa menambah peran, juga tanggung jawab diriku dalam dunia yang masih setengah nyata. Belum. Belum saatnya terjun ke dunia nyata. Dunia kampus menjadi medan latihanku. Amunisi dan keahlian harus terus aku tambahkan. "Jika sekarang sudah siap, mengapa harus nanti?"Sebuah pertanyaan bagus. Tapi jika aku belum siap? hahaha bukanya aku mau menunda atau menolak mimpi yang lebih cepat menjadi nyata. Aku hanya tidak ingin gegabah dan terpeleset nantinya. Karena aku tahu siapa diriku. Mungkin orang lain bisa bepergian tanpa persiapan dan bekal. Namun aku tidak, perjalananku akan berantakan dan bisa jadi aku akan tersesat ditengah-tengahnya. Masih banyak yang harus aku pelajari. Doakan aku, semoga proses belajarku menjadi sebuah proses luar biasa yang nanti akan menghasilkan  Senja yang indah, Senja yang mengagumkan dengan siluetnya.
 by : uudms



Salam dari Senja yang sedang berproses.