It’s
The beginning
Setelah sekian lama tidak menulis blog
atas berbagai alasan yang sebenarnya karena satu hal yaitu malas,
aku putuskan mencoba untuk menulis kembali dan membuat yang baru tentunya,
karena aku sudah lupa password yang lama. Setidaknya
memberikan kontribusi kecil untuk generasi. Tulisan tetap karya kan? Seberapa
jelek tulisanku itu bukan masalah, karena itulah salah satu tahapan ketika kita
belajar. Aku percaya dengan kata-kata “practice makes perfect” . Sebenarnya,
ada beberapa hal yang membuatku kembali menulis. Bukan karena aku anak seorang
penulis, Hahaa abaikan bagian ini. Tapi karena teman-teman
hebat ku yang memberiku semangat untuk menjadi pramuda produktif. Tidak hanya
duduk diam menikmati liburan sampai lupa cara membaca dan menulis. Mereka
–teman teman hebat ku- telah menyadarkanku. Mereka bagai berbisik ditelingaku
“wake up girl! Indonesia needs you”. Aku tertinggal beberapa langkah dari
mereka, aku akan memulainya. Semoga istiqamah.
Aku akan mulai dengan memperkenalkan diriku...
Sama halnya seperti abg lainya yang masih merasakan euforia kelulusan dan lolos pada suatu ujian sakral seluruh calon mahasiswa indonesia. Ya. Baru kurang lebih 12 hari aku resmi menjadi bagian dari Universitas Padjajaran Bandung. Merupakan suatu kepuasan tersendiri bagiku telah berhasil menjadi pejuang tulis seleksi bergengsi seluruh indonesia. Tidak bermaksud membanggakan diri karena ini hanya sebuah titipan kan? Sebuah amanah yang harus di jaga karena siang-malam aku telah memohon kepadaNya untuk hal ini. Pernah membaca trilogi 5 menara? Novel karya A. Fuadi –aku salah satu penggemar beratnya- . Hahaa konyol memang alasan dasarku untuk memilih Unpad sebagai universitas tujuanku adalah karena di dalam novel itu Alif sang tokoh utama melanjutkan sekolahnya ditempat itu. Selebihnya aku hubung-hubung kan dengan cita-citaku yang sebenarnya tidak masalah di universitas manapun. Tidak ada salahnya kan untuk bermimpi?
Sekarang aku memberi judul pada perjalanan selanjutnya dengan “Berjuang di tanah Rantau”. Yaaps, kenapa tanah rantau? Karena aku berasal dari salah satu kota di Jawa Timur. Sidoarjo. Bermil-mil jauhnya dari Jatinangor Bandung, tapi itu tidak masalah. Aku tidak hidup di zaman negara api menyerang kan? Yang kemana-mana harus menggunakan appa atau kapal perang . Sudah banyak sekali transportasi dengan akses yang sangat mudah. Untuk masalah hati, jauh dari keluarga, adaptasi, dan sejenisnya sudah kupersiapkan sekitar 6 tahun lamanya. Lama sekali bukan? Itu karena aku menghabiskan masa SMP dan SMA ku disebuah pesantren. Al-Izzah. Itu nama pesantrenku, dan santri adalah gelar yang kusandang selama 6 tahun itu. Jujur berat sekali ketika memutuskan untuk melanjutkan sekolah di pesantren. Ketika SD dulu, aku dan sahabatku sudah saling berjanji untuk berjuang agar dapat melanjutkan sekolah di sebuah SMP negri bergengsi dikotaku. Sedih sekali rasanya mimpi masa kecilku harus kugeser demi bakti kepada orang tua. Bersekolah di pesantren tentu bukan ideku. Tapi rasa sedih berkurang bahkan hilang ketika aku masuk menjadi bagian dari Al-Izzah, maksudku masuk sepenuhnya dengan hati yang ikhlas. Karena yang terbaik tidak harus apa yang aku inginkan. Aah.. aku tidak bisa mendeskripsikanya, betapa indahnya menjadi anak pesantren. Banyak yang bilang pesantren itu kumuh, terbelakang, dan lain sebagainya. Tapi itu kata orang. Just come to my dorm and i’ll show you how amazing is it. Apalah kata orang, aku tidak pernah peduli selama itu bukan hal yang bermanfaat untuk didengar.
![]() |
| Asrama SMP ; saksi bisu waktu Senja masih polos. |
| Masjid Baitul Izzah ; rame banget kalo lagi dhuha an. |
| Guest House luar ; sempet jadi kamar ku selama setahun. |
| Gedung At-Thoya ; kenangan nge pel kelas pake tangan sendiri. |
| Gedung An-Nur ; ulang tahun ke 18 disiram pake air kolam itu. |

